NewsSpace

Wahana Lucy NASA Tiba di Kawasan Asteroid Trojan Jupiter

Oktober 29, 2026 / Aldy Dwi Prasetyo
Ilustrasi wahana antariksa Lucy milik NASA dengan dua panel surya melingkar
Ilustrasi wahana Lucy dengan dua panel surya berbentuk lingkaran. Kredit: NASA's Goddard Space Flight Center

Wahana antariksa Lucy milik NASA resmi menjadi wahana pertama yang memasuki kawasan asteroid Trojan Jupiter. Dalam pembaruan misi yang diterbitkan NASA Science pada Rabu, 28 Oktober 2026, NASA menyebut Lucy telah menempuh lebih dari 2,2 miliar mil (sekitar 3,5 miliar kilometer) sejak diluncurkan pada 16 Oktober 2021. Tonggak ini dicapai sekitar lima tahun setelah peluncuran, dan menandai dimulainya fase utama misi: mempelajari asteroid-asteroid purba yang berbagi orbit dengan Jupiter.

Apa Itu Asteroid Trojan Jupiter?

Asteroid Trojan adalah ribuan benda kecil yang mengorbit Matahari pada lintasan yang sama dengan Jupiter. Mereka berkumpul di sekitar dua titik Lagrange, yaitu titik L4 yang berada di depan Jupiter dan titik L5 yang berada di belakangnya. NASA menggambarkan kedua kawasan ini sebagai "pulau kestabilan" yang belum pernah dijelajahi, tempat asteroid tertahan oleh gabungan gaya gravitasi Matahari dan Jupiter.

Menurut NASA, kelompok Trojan ini berjarak dari Jupiter kira-kira sama dengan jarak Jupiter ke Matahari, yaitu sekitar 484 juta mil (sekitar 779 juta kilometer). Jarak antarasteroid di kawasan ini pun sangat lebar, rata-rata lebih dari 6 juta mil (sekitar 9,7 juta kilometer). Akibatnya, sebelum Lucy benar-benar mendekati targetnya, asteroid-asteroid tersebut hanya akan terlihat sebagai titik-titik cahaya kecil yang bergerak di antara bintang.

Bagaimana Insinyur Tahu Lucy Sudah Sampai?

Di luar angkasa tidak ada garis batas yang jelas. NASA menjelaskan bahwa para insinyur misi mengetahui posisi Lucy yang sedang mendekati titik L4 dengan melacak sinyal radio wahana dan memanfaatkan citra bintang-bintang di sekitarnya. Kombinasi kedua metode ini memberi tim navigasi gambaran posisi wahana terhadap kawasan Trojan.

Lingkungan di kawasan ini juga jauh lebih menantang. Lucy kini berada lebih dari lima kali lebih jauh dari Matahari dibandingkan Bumi, sehingga suhu terus menurun dan cahaya Matahari makin redup. NASA menyatakan bahwa desain Lucy memang dioptimalkan untuk wilayah ini, dan wahana beserta instrumennya terus beroperasi sesuai harapan.

Jadwal Kunjungan Asteroid

Pertemuan pertama Lucy dengan asteroid Trojan dijadwalkan pada 11 Agustus 2027, dengan target asteroid Eurybates. Dengan waktu kurang dari setahun, tim sains sedang menyelesaikan rencana pertemuan tersebut agar wahana, instrumen, dan tim siap memanfaatkan beberapa jam pengamatan dari jarak dekat sebaik mungkin.

Setelah Eurybates, berikut urutan kunjungan Lucy menurut NASA:

  • Polymele pada September 2027
  • Leucus pada April 2028
  • Orus pada November 2028
  • Kembali ke dekat Bumi pada 2030 untuk manuver bantuan gravitasi (gravity assist) ketiga sekaligus terakhir
  • Pasangan asteroid biner Patroclus dan Menoetius di kelompok Trojan L5 pada Maret 2033

Dengan rute ini, Lucy akan mengunjungi asteroid di kedua kelompok Trojan, baik yang berada di depan maupun di belakang Jupiter.

Mengapa Trojan Penting bagi Sains?

NASA mencatat bahwa beberapa wahana sebelumnya memang pernah mengunjungi Jupiter, bahkan ada yang memanfaatkan gravitasinya untuk terbang lebih jauh. Namun belum ada satu pun yang berkesempatan mengunjungi asteroid Trojan, karena letaknya jauh dari planet itu sendiri. Lucy adalah wahana pertama yang dirancang khusus untuk menjelajahi populasi ini.

Asteroid Trojan dianggap sebagai sisa-sisa material purba dari masa pembentukan tata surya. Para ilmuwan berharap pengamatan dari dekat akan membantu menyempurnakan teori tentang bagaimana planet-planet terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu, dan bagaimana planet-planet tersebut akhirnya menempati posisinya saat ini.

Catatan Teknis (Analisis Bugo Center)

Bagian ini merupakan analisis kami, bukan pernyataan NASA. Dari sisi rekayasa, misi Lucy menarik karena mengandalkan tenaga surya di jarak yang sangat jauh dari Matahari. Intensitas cahaya Matahari berkurang sebanding dengan kuadrat jarak, sehingga pada jarak sekitar lima kali jarak Bumi ke Matahari, daya yang diterima per satuan luas panel hanya sekitar seperdua puluh lima dibandingkan di orbit Bumi. Inilah alasan Lucy dibekali dua panel surya berukuran besar berbentuk lingkaran seperti terlihat pada ilustrasi di atas.

Navigasi juga menjadi tantangan tersendiri. Karena target hanya terlihat sebagai titik cahaya hingga saat-saat terakhir, penentuan lintasan sangat bergantung pada pelacakan radio dari Bumi dan navigasi optik menggunakan kamera wahana. Pengalaman Lucy di kawasan Trojan kemungkinan akan menjadi referensi berharga bagi misi eksplorasi asteroid berikutnya.

Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan eksplorasi antariksa NASA, simak juga artikel kami tentang perubahan rencana pendarat Bulan dalam program Artemis, berakhirnya misi teleskop Swift NASA, serta persetujuan teleskop ultraviolet UVEX.

Sumber