Space

NASA Ubah Rencana Pendarat Bulan Artemis untuk 2028

Oktober 25, 2026 / Aldy Dwi Prasetyo
Permukaan Bulan dipotret kru Artemis II dari sisi jauh Bulan
Permukaan Bulan yang dipotret kru Artemis II saat melintasi sisi jauh Bulan, 6 April 2026. Sumber: NASA (art002e012632)

NASA mengumumkan perubahan besar pada cara astronot Artemis akan turun ke permukaan Bulan. Pada Jumat, 23 Oktober 2026, badan antariksa Amerika Serikat itu menjelaskan bahwa dua penyedia wahana pendarat berawak (human landing system atau HLS), SpaceX dan Blue Origin, telah menyederhanakan desain dan mengubah konsep operasi pendarat mereka. Tujuannya satu: mengembalikan astronot Amerika ke permukaan Bulan pada 2028.

Perubahan ini cukup mendasar, karena menyangkut di orbit mana pendarat dan kapsul Orion akan bertemu, serta bagaimana bahan bakar dibawa ke Bulan. NASA juga menegaskan bahwa Artemis IV akan menjadi misi Artemis pertama yang mendarat di permukaan Bulan.

Artemis III Kini Jadi Misi Uji di Orbit Bumi

Menurut NASA, Artemis III telah didefinisikan ulang. Misi ini tidak lagi mendarat di Bulan, melainkan akan mendemonstrasikan kemampuan rendezvous dan docking antara versi uji pendarat dari masing-masing penyedia dengan wahana Orion di orbit rendah Bumi pada tahun depan (2027). Dalam pengarahan media di Kennedy Space Center, NASA menyebut Artemis III akan membawa empat astronot ke orbit rendah Bumi untuk menguji sistem-sistem penting bagi pendaratan berikutnya.

Secara paralel, SpaceX dan Blue Origin juga mengembangkan versi kru dan kargo dari pendarat mereka untuk misi Artemis berikutnya. Kedua perusahaan diwajibkan melakukan misi demonstrasi tanpa awak dengan pendarat berawaknya sebelum misi berawak ke Bulan, dan NASA akan menyertifikasi sistem pendarat tersebut terlebih dahulu.

Tidak Lagi Bertemu di Orbit Halo

Pada rencana awal, pendarat dan Orion dijadwalkan bertemu di near-rectilinear halo orbit (NRHO) di sekitar Bulan. Dalam rencana baru, NASA menyatakan pendarat dan Orion akan bertemu di orbit yang berbeda untuk tiap mitra, disesuaikan dengan karakteristik sistem masing-masing. Polanya tetap sama: Orion diluncurkan dengan roket SLS (Space Launch System) dari Kennedy Space Center, lalu pendarat membawa dua kru ke permukaan sementara dua kru lainnya tetap berada di Orion.

Konsep Baru Starship: Orion Didorong ke Bulan

SpaceX tetap memakai pendekatan pengumpulan propelan di luar angkasa, yaitu transfer propelan cair kriogenik di orbit. Beberapa Starship "tanker" akan diluncurkan ke orbit rendah Bumi untuk mengisi Starship "depot", yang kemudian mengisi bahan bakar Starship HLS. NASA mengibaratkannya seperti pom bensin di Bumi.

Yang baru adalah urutan misinya. Starship HLS akan menunggu Orion dan krunya di orbit Bumi. Keduanya melakukan rendezvous dan docking di orbit Bumi, lalu Starship melakukan pembakaran trans-lunar injection untuk mengirim gabungan pendarat dan Orion ke orbit rendah Bulan. NASA sedang memodifikasi Orion agar bisa didorong oleh Starship. Pendarat akan membawa dua kru ke permukaan Bulan selama beberapa hari sebelum mengantar mereka kembali ke Orion.

Menurut NASA, penggunaan orbit rendah Bulan secara signifikan mengurangi jumlah propelan yang harus dikumpulkan Starship di luar angkasa, sekaligus mempersingkat waktu yang dibutuhkan astronot untuk kembali ke Orion setelah meninggalkan permukaan. SpaceX akan mendemonstrasikan pengumpulan propelan ini dalam misi demonstrasi tanpa awak.

Blue Moon Mark 2: Tiga Tahap Transfer Seperti Roket Bertingkat

Blue Origin mengambil jalur berbeda. Untuk misi pendaratan berawak 2028 yang dipercepat, perusahaan ini menunda transfer propelan dan memakai tiga tahap transfer (transfer stage) untuk mengirim pendarat Blue Moon Mark 2 Alpha ke Bulan. Tahap-tahap ini, yang berbasis perangkat keras Mark 1 dan Mark 2, bekerja seperti roket bertingkat: diluncurkan ke orbit rendah Bumi, disusul pendarat Mark 2. Setelah docking, rangkaian ini menuju orbit polar elips di sekitar Bulan, dan tiap tahap transfer terpisah saat propelannya habis.

NASA menyebut orbit polar elips menawarkan waktu kembali yang lebih cepat dari permukaan Bulan ke Orion, mengurangi kebutuhan propelan pendarat, dan memaksimalkan performa SLS. Dua kru kemudian pindah ke pendarat dan turun ke Kutub Selatan Bulan.

Siapa yang Mendarat Lebih Dulu?

NASA belum menetapkan pemenangnya. Berdasarkan kesiapan pendarat, NASA akan menentukan perusahaan mana yang pertama dipilih untuk mengantar astronot ke permukaan Bulan pada 2028, disusul kesempatan pendaratan berawak kedua. Di bawah penyesuaian kontrak, kedua penyedia ikut dalam Artemis III di orbit rendah Bumi, dan belum ada yang ditugaskan ke misi pendaratan tertentu. Padahal di kontrak awal, Starship ditugaskan untuk Artemis III dan IV, sedangkan Blue Moon untuk Artemis V.

Pada misi permukaan awal, NASA menargetkan dua kali moonwalk, masing-masing sekitar dua jam, untuk mengumpulkan sampel dan menguji pakaian antariksa buatan Axiom Space. SpaceX juga menambah dua demonstrasi kabin kru bernama Cabin 1, sementara Blue Origin menambah pengujian human-in-the-loop dan tonggak kesiapan perangkat keras.

"NASA is energized, our core capabilities are being rebuilt, our machine shops are running 24/7, and our experts are in the field attacking the critical path," kata Administrator NASA Jared Isaacman dalam rilis resminya.

Catatan dari Sisi Engineering

Bagian ini adalah analisis redaksi Bugo Center, bukan pernyataan NASA. Menurut kami, perubahan ini pada dasarnya soal anggaran propelan dan risiko. Memindahkan titik temu ke orbit rendah Bumi untuk Starship berarti docking antara pendarat dan Orion berawak dilakukan dekat Bumi, bukan jauh di sekitar Bulan, sementara orbit rendah Bulan dan orbit polar elips menurut NASA sama-sama mengurangi kebutuhan propelan pendarat. Dua pendekatan yang sangat berbeda, satu bertumpu pada transfer propelan kriogenik di orbit dan satu lagi pada tahap transfer bertingkat, kini berjalan paralel menuju target yang sama.

Untuk kisah misi berawak NASA sebelumnya, baca juga artikel kami tentang peluncuran Crew-10 oleh NASA dan SpaceX, pengalihan kru Starliner ke SpaceX Dragon, serta citra radar pertama satelit NISAR.

Sumber

  • NASA (23 Oktober 2026). NASA, Partners Accelerate Lander Development for 2028 Moon Missions. nasa.gov
  • NASA (23 Oktober 2026). NASA Shares Artemis Acceleration Plans for Moon Missions. nasa.gov
  • Gambar: NASA, art002e012632. images.nasa.gov